Tugas 3 Media Audio dan Visual (Audiovisual) / Naskah, Skenario dan Skrip

 Media Audiovisual oleh Haerul Ismi


”media” berasal  dari bahasa Latin dan merupakan bentuk  jamak dari kata”medium”yang secara harafia berarti”perantara atau pengantar”.Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan  dan keterampilan. Sadiman (2010: 6).

Pengertian Media Visual 

Media Visual

visual yaitu jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan semata-mata dari peserta didik, dengan media ini pengalaman belajar yang dialami oleh peserta didik sangat tergantung pada kemampuan penglihatanya, beberapa jenis media visual antara lain:

  1. Media cetak seperti buku, modul, jurnal, peta, gambar dan poster.
  2. Model dan prototipe seperti globe bumi.
  3. Media realitas seperti alam sekitar dan sebagainya.

Media Audio

audio adalah jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indera pendengaran  peserta didik. Pesan dan informasi yang diterimanya berupa pesan verbal seperti bahasa lisan, kata-kata dan lainya. Sedangkan pesan nonverbal adalah dalam bentuk bunyi-bunyian, musik, bunyi  tiruan dan sebagainya. Media audio dapat mempengaruhi emosi dan mengembangkan imajinasi, ada beberapa jenis media audio antara lain, Radio, kased-audio, alat perekam, piringan hitam, kaset, CD, DVD, MP3 dan Audio Digital (WAV)

        Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Media Audio-Visual merupakan jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan  penglihatan sekaligus dalam suatu kegiatan atau proses. Pesan dan  informasi yang dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa  pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan baik penglihatan maupun pendengaran contohnya film, vidio, program TV, dan lain-lain.

        Media audio-visual terdiri atas audio-visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slide), film rangkai suara. Audio-visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video cassette. Dan dilihat dari segi keadaannya, media audio visual dibagi menjadi audio visual murni yaitu unsur suara maupun unsur gambar berasal dari suatu sumber seperti film audio cassette. Sedangkan audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder. salah satu contoh media audiovisual adalah "Video"

Video 

sebagai media audio-visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta maupun fiktif, bisa bersifat informative, edukatif maupun instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Media video merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran.

 

Kelebihan Dan Kekurangan Video Sebagai Media Audio Visual Gerak
- Kelebihan video

1. Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan lainnya.
2. Dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton dapt memperoleh informasi dari ahli-ahli/ spesialis.

3. Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga dalam waktu mengajar guru dapat memusatkan perhatian dan penyajiannya.

- Kekurangan video

1. Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang dipraktekkan.
2. Sifat komunikasinya yang bersifat satu arah haruslah diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain.
3. Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna.

Karakteristik Media Audio-Visual

1. Mereka biasanya bersifat linier
2. Mereka biasanya menyajikan visual yang dinamis
3. Mereka digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang / pembuatnya
4. Mereka merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak

5. Mereka dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif
6. Umumnya mereka berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.


contoh audiovisual (Naskah, skenario dan skrip) dapat di klik di sini

https://drive.google.com/file/d/1MoKUUWZLY1nPWMjnHJfEaF68iSGsjpxn/view?usp=sharing


Komentar